Rabu, 13 Oktober 2010

FKM Jurnal

Jurnal kesehatan merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi/aplikasi riset dan pengembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya riset dan pengembangannya di bidang kesehatan.

Kemajuan di bidang telekomunikasi yang memungkinkan hubungan antar jaringan yaitu Internet, telah mendukung tumbuhnya penerbitan elektronik. Berbagai jurnal, makalah simposium dan karya preprint dari para pakar diterbitkan dalam edisi elektronik. Dan dalam berbagai macam bidang keilmuwan, misalnya jurnal kesehatan, Jurnal kedokteran, jurnal teknologi informasi, dan masih banyak lagi, teknologi komunikasi telah memungkinkan sumber-sumber informasi berbasis elektronik dapat diperoleh pada waktu yang hampir bersamaan dengan saat dipublikasikan. Informasi paper-based, sekarang mulai digeser oleh informasi electronic-based.

Berburu jurnal ilmiah di internet, saat ini sudah bukan merupakan hal yang baru bagi mahasiswa. Sebagian besar para pencari jurnal ini, akan menggunakan jurnal tersebut sebagai referensi dalam pengerjaan karya tulis, baik berupa tugas kuliah atau tugas akhir. Saat ini tidaklah sulit mencari sumber-sumber penulisan ilmiah di internet. Berbagai macam jurnal yang membahas berbagai jenis bidang ilmu pengetahuan tersedia untuk diunduh, baik secara gratis ataupun membayar.

Tersedia berbagai jurnal ilmiah dalam berbagai macam bidang keilmuwan, mulai dari jurnal kesehatan sampai teknologi informasi. Semua jurnal yang berada di internet ini, disusun dengan standar penulisan karya ilmiah internasional, sehingga layak dijadikan sebagai referensi dalam pengerjaan karya tulis.

Namun, sebagian besar Jurnal kesehatan itu harus membayar per artikel. Hal inilah yang seringkali menjadi hambatan bagi para peneliti atau tenaga medis di Indonesia dan juga negara berkembang lainnya untuk mendapatkan informasi-informasi yang penting dan terbaru di dunia kesehatan yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, maupun pelayanan kesehatan.

Suatu jurnal kesehatan mensyaratkan aturan sangat ketat sebelum sebuah artikel, agar dapat dimuat di dalam jurnal tersebut. Jurnal-jurnal ilmiah terakredetasi sangat menjaga pemuatan artikel. Akreditasi jurnal mulai dari D, C, B, dan A, dan atau bertaraf internasional. Bagi ilmuwan, apabila artikel ilmiahnya ditebitkan pada jurnal internasional, pertanda keilmuannya 'diakui'.

Fungsi dari Jurnal Kesehatan adalah :

  1. Sebagai media menyebarluaskan dan mendiskusikan berbagai tulisan ilmiah mengenai kesehatan.
  2. Sebagai media komunikasi bagi kalangan yang mempunyai perhatian terhadap ilmu kesehatan dan pelayanan kesehatan antara lain para pelayanan kesehatan seperti rumah sakit pemerintah dan swasta, dinas kesehatan, departemen kesehatan.
  3. Sebagai media penyebaran dan pengembangan iptek di Indonesia.

Melalui jurnal kesehatan, temuan baru dari peneliti dan ilmuwan dikomunikasikan ke masyarakat, guna mendapat tanggapan, dikembangkan dan disempurnakan oleh ilmuwan lain, sehingga kesempurnaan dan kebenaran ilmunya menjadi lebih baik. Kehadiran berbagai jurnal ilmiah dalam masyarakat akademik juga merupakan investasi jangka panjang untuk memacu meningkatkan sumber daya manusia.

Kata cinta

cinta, sebentuk kekuatan mahadahsyat bagi setiap orang yang mengerti tentang arti kehidupan.

berikut sajak tentang cinta

KETIKA cinta yang luar biasa itu diungkapkan dengan sederhana, maka yang tersaji di hadapan kita adalah sebuah paradoks yang luar biasa. Ketika keikhlasan mencintai mengantar pada kesadaran untuk berkorban bagi dia yang dicintai, dan itu disebut sebagai sebuah cinta yang sederhana saja, adakah paradoks yang lebih hebat daripada itu?

Keikhlasan itu, cinta itu tak sempat diucapkan. Bahkan bila pun ia hanya sebagai isyarat. Si aku telah melakukan cinta itu. Ia menunjukkan dengan perbuatan, tanpa berharap, cinta itu dibalas. Ia mungkin bahkan tak berharap di engkau yang ia cintai itu tahu bahwa ia mencintainya. Inilah paradoks lain dalam sajak ini. Cinta yang menawarkan cara mencintai yang berbeda dengan cinta yang kebanyakan kita lakoni saat ini. Padahal sebetulnya, pada hakikatnya, begitulah cinta yang sesejatinya itu.

(Ardyanha 2008)

atau penggalan tentang cinta dari seorang filsuf

Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya,
“Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? “

Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas di depan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah
satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” .

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”

Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan
tidak boleh mundur kembali (berbalik)”.
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak
tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak
kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh
lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak
sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”

Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,
“Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya? “

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah
tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang
satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling
tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan
membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan
tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”

Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya,
setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan
tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa
tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan
membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk
mendapatkannya. “

Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”.

atau kalimat-kalimat maha dahsyat,dari orang-orang dahsyat pula seperti :

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.~syafruddin

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. ~Dale Carnagie

dan mungkin lebih banyak lagi tentang kedahsyatan cinta…

aku mencintaimu seperti malam,yang memberikan bulan dan bintang dalam kegelapan.menemanimu ketika tidur dan meninggalkanmu ketika kamu terbangun.menakutimu agar kamu terlelap dan istirahat.

aku gak ingin kamu tahu siapa aku, aku hanya ingin kau merasakan keberadaanku.

aku gak ingin sebuah cinta untukku, aku hanya ingin memberikan cinta untukmu.

aku gak ingin dimengerti, aku hanya ingin mengertikanmu.

aku gak ingin mendengar kata aku cinta kamu, aku hanya ingi mengucapkan aku cinta kamu.

aku hanya ingin mencintaimu……